180 Derajat


Seorang teman nun jauh di sana bercerita pada saya, “kawan, apa hal ini biasa terjadi jika perempuan menolak seorang yang datang padanya dengan baik-baik maka ia akan menjauhi dan malah membenci orang tersebut?”. Wah, pertanyaan yang sulit buat saya, sekali lagi, perempuan itu aneh..sangat sulit memahami makhluk Alloh yang satu ini. Tapi, kelak ia akan ada menemani hari-harimu.

Saya mengamati yang terjadi pada teman saya ini, ketika si gadis tak lagi mau meneruskan hubungan ke jenjang yang lebih serius dari pertemanan biasa memang sering dijumpai gadis tersebut tak mau lagi berhubungan dengan yang bersangkutan. Malah mungkin menghindar, berubah jutek, berubah galak, berubah cuek, yang sebenarnya dulu hal ini tidak terjadi saat mengenalnya. Aneh memang..#kalo ga aneh bukan perempuan namanya..:p

Pokoknya gimana caranya supaya si cowo tak lagi berniat mengenalnya lebih jauh. Kalau perlu, semua kontak dihapus, semua kegiatan yang berhubungan dengan si cowo di ‘cancel’, atau membuat si cowo cemburu dan marah dengan kedekatan dengan teman si cowo atau yang lainnya, wah pokonya seribu satu cara deh..

Padahal mungkin sebagian besar si cowo tersebut menghendaki hubungan yang normal-normal saja, ga usah pake ada perubahan sikap, dan tetap berteman dengan sebagaimana mestinya. Seperti halnya teman saya ini, dia sebenarnya menghendaki hubungan yang seperti biasa, pertemanan yang asik, sekalipun memang dia kecewa atas apa yang menimpanya, tapi alangkah lebih baik jika tak diembel-embeli dengan hal yang seperti saya sebut di atas. Menurut teman saya, hal ini justru menambah rasa sakit hatinya.

Lagian, menurut saya perempuannya juga aneh, dia mengatakan pada teman saya bahwa “kita temenan aja ya..”. Ahh..bahasa klasik untuk sebuah penolakan, tapi kalo memang temenan aja mengapa ada perubahan 180 derajat??? #tepokjidat

Buat temanku nun jauh di sana..jadikan ini sebuah pelajaran, jikalau sudah tertulis di mega server Lauhul mahfudz mengapa harus khawatir?


By Laki-laki kecil

Artikel yang lain : Tentang sahabat dan Mencintai dicintai.


.comment-content a {display: none;}