Slideshow

Loading...

Sunday, March 4, 2012

Nasi Uduk Betawi Khas Jakarta Ala Jawa

Malam ini, saya masih di kota batang, melaksanakan tugas di RS jejaring. Rasanya malam ini agak berbeda, biasanya setelah saya pulang dari mesjid ba’da maghrib, hujan langsung mengguyur. Tapi, kali ini justru sebaliknya, udara yang sejuk, bulan purnama menemani, plus secangkir kopi memantapkan suasana untuk menemani saya menulis. Hehe.. Mungkin, kalau cuaca masih mendukung, saya berencana main ke alun-alun batang setelah sholat isya, sekalian mencari makan malam. Let’s see..

Kali ini saya terlintas ingin mengangkat pelajaran dari seorang ibu yang hampir tiap pagi saya sambangi warungnya untuk sarapan. Walau rambutnya tertutup dengan ‘cipus’ atau kerudung, namun uban yang mulai tumbuh sesekali tetep terlihat dari luar. Terkadang mengingatkan saya dengan ibu saya di rumah, semoga Alloh SWT selalu melimpahkan rahmat dan kebahagiaan pada beliau yang selalu ada dalam do’a-do’a saya, amiin..

Ibu Koniyah, kalau saya tidak salah ingat, begitu beliau bilang pada saya ketika saya tanya namanya. Ibu ini setiap pagi berjualan nasi uduk di depan IGD RSUD Batang. Nasi uduk buatannya enak dan cocok sekali dengan ‘lidah sunda’ saya, hehe.. harganya juga relatif murah dan terjangkau untuk pelancong seperti saya. Rupanya tidak saya saja yang cocok dengan masakan beliau, terbukti pelanggan tidak putus-putusnya menyambangi lapak beliau.

Beliau berjualan dari pagi hingga sekitar pukul 8.30 pagi. “Ya, pokoknya sampai nasinya abis mas..” terang beliau pada saya. Nah..biasanya jam segitu dagangannya udah habis, tapi bisa juga lho..sebelum jam segitu udah habis.

Setelah saya tanya lebih lanjut, ternyata jika hari minggu beliau juga buka cabang di alun-alun Batang, yang biasa menunggui dagangan di sana adalah anaknya. Kebetulan, kalau hari minggu kan libur sekolah, jadi bisa membantu beliau berjualan. Beliau memiliki 2 orang putra, biasanya yang berjualan di alun-alun itu anak yang pertama. Sementara itu, Beliau beserta suami tetap berjualan di depan IGD. Hm..anak yang luar biasa..

Suami beliau, jika pagi membantu berjualan nasi uduk, sedangkan setelah itu beliau bekerja sebagai buruh. Beliau tampak antusias dalam menyambut setiap pelanggan yang makan di tempatnya. Yup, tugas beliau adalah membuatkan minum bagi para pelanggan, sekaligus sebagai seksi ‘perlengkapan’ yang super duper sibuk kalau ada sesuatu yang kurang. Minuman yang disediakan kebetulan hanya dua macam, air putih (sebenarnya air bening sih..hehe..), dan teh hangat. Jadi cukup mudah bagi beliau menyiapkannya.

Kemudian, hal yang membuat saya tertarik adalah di depan lapak beliau ditulis “Nasi Uduk Betawi Khas Jakarta”. Iseng-iseng kemudian saya bertanya pada beliau. Apa beliau asli dari Jakarta? Beliau tersenyum dan menjawab, “Bukan ko, saya asli dari sini, mas..kalau penamaan ini, karena dulu ketika saya ke luar kota, banyak yang jualan nasi uduk seperti ini, dan yang paling ramai itu tulisannya kaya gitu (Nasi Uduk Betawi Khas Jakarta), jadi saya juga terinspirasi untuk menuliskannya di depan lapak”. Wah..berarti ini yang namanya Nasi Uduk Betawi Khas Jakarta Ala Jawa, hehehe...

Kalau seperti itu, termasuk pembohongan publik ga ya?hehe..tapi walau bagaimanapun, beliau tetap luar biasa, sampai memperhatikan hal semacam ini untuk usahanya. Beliau ingin mengikuti keberhasilan orang lain yang terlebih dahulu menggunakan nama itu untuk lapaknya. Walaupun terkesan ‘mencontek’ tapi saya yakin beliau tidak bermaksud membohongi pelanggannya, yang beliau tahu hanya bagaimana warung beliau bisa laris. Padahal jika beliau mau menamai warungnya tersebut dengan ‘brand’ sendiri, bukan tidak mungkin warungnya tetap ramai seperti sekarang, karena memang nasi uduk buatan beliau juga ‘top markotop deh..’.

Bagi yang kebetulan pagi-pagi lewat di depan IGD RSUD Batang, boleh mencoba Nasi Uduk Betawi Khas Jakarta Ala Jawa buatan beliau, pasti minta nambah, hehe.. Wah, kalau tahu warung nasi uduknya saya promosikan di blog saya ini, mau ga ya beliau memberi saya diskon setiap kali makan, haha..(ngarep).

Terkadang, kita dapat belajar banyak mengenai kehidupan dari orang-orang seperti beliau. Selalu bersemangat berikhtiar walau hasilnya terkadang mungkin tak sebanding dengan peluh yang dikeluarkan. “Yang penting halal, dan semoga berkah”, ucap beliau. Semangat!!

Feb’12,22:17

By Laki-laki sederhana dengan amalan sederhananya

Artikel yang lain: Made in Indonesia dan Pulau Sempu - Secret Paradise in East Java.
»»  read more

Tuesday, February 28, 2012

Like a Book


Hidup manusia seperti sebuah buku,
Sampul depan adalah tanggal lahir kita
Sementara sampul belakang adalah tanggal kepulangan kita
Tiap lembarnya adalah kisah hidup kita
Ada buku yang tebal dan ada buku yang tipis
Ada cerita senang, namun terkadang ada cerita miris

Hebatnya,
Seburuk apapun halaman sebelumnya
Selalu tersedia halaman berikutnya
Yang masih bersih, baru dan tiada cacat
Begitu pula dengan hidup kita
Seburuk apapun hari kemarin

Yakinlah,
Sang Khaliq selalu menyediakan hari yang baru untuk kita
Tuk melakukan sesuatu yang benar setiap hari
Memperbaiki kesalahan..
Melanjutkan alur cerita indah yang sudah ditetapkan-Nya
Untuk itu berilah kesempatan bagi yang ingin memperbaiki diri

By Laki-laki sederhana dengan amalan seadanya
»»  read more

Monday, February 27, 2012

Wisata Alun-alun - Kota Pekalongan

Malam begitu cerah, rembulan tak malu menampakkan wajahnya yang indah. Kosan di Batang kosong ditinggal pulang. Baiklah, mungkin ini saatnya aku jalan-jalan. “Si Kakang” akan selalu siap mengantar aku pergi ke manapun walau ternyata saya lupa “memandikannya” selama satu minggu ini, hehe..
 
Tujuan utama adalah alun-alun Pekalongan. Jujur, saya  penasaran gimana bentuk dan keramaiannya. Perjalanan saya ke sana tidaklah mudah, lantaran saya belum pernah ke sana sebelumnya. Saya hanya mengandalkan insting, memaksimalkan kemampuan aerospace dan rambu-rambu lalu lintas. Toh akhirnya saya sampai juga di sana, sedikit lebih lama memang karena saya jalannya pelan dan memperhatikan setiap detail alur yang saya lalui.
 
Alun-alunnya cukup ramai, banyak pedagang kaki lima yang berjualan di seputaran alun-alun. Seperti di kota-kota lain, alun-alun selalu dipenuhi dengan penjual makanan dan terkadang pakaian. Susunannnya juga hampir sama. Setelah saya analisa, benar juga apa yang saya pelajari dari mata pelajaran sejarah di SMA dulu. Menurut yang saya pelajari saat saya SMA, bahwa alun-alun di setiap kota di Indonesia (terutama di Pulau Jawa) biasanya memiliki susunan antara lain : Pusat pemerintahan di sebelah utara, tempat ibadah (Mesjid) di sebelah barat, pusat perbelanjaan (pasar) di sebelah timur, dan lembaga permasyarakatan di sebelah selatan. Namun, susunan itu tidaklah “saklek”, terkadang susunan letaknya berbeda, atau salah satunya, dengan kemajuan zaman digeser tempatnya menjadi berada di luar alun-alun itu sendiri. Tapi sering sekali setelah kita tanya ke penduduk sekitar, terutama orang tua yang tahu persis perkembangan kotanya, atau cerita sejarah alun-alun itu sendiri, maka keempat komponen itu hampir dipastikan ada.
 
Pertama yang saya kunjungi di alun-alun Pekalongan adalah pusat perbelanjaan,hehe..penasaran dengan Plaza Pekalongan, tadinya mau nyari makan di food court-nya tapi makanannya kurang menarik. Mending beli makanan yang di sekitar alun-alun aja deh..Di sana cuma beli snack di hypermart aja.
 
Karena saya juga belum sholat isya waktu itu, saya putuskan untuk sholat di masjid alun-alun aja, sekalian liat-liat bangunannya. Tapi sayang karena waktu itu udah agak malam, saya tidak bisa masuk ke tempat sholat utama. Yah..tidak apalah, hanya melihat sekitar ruang sholat utama.
 
Lapangan alun-alunnya cukup luas, kayanya mantap kalau ada penyewaan sepeda hias seperti di alun-alun Yogyakarta. Tetapi sayang sekali, lapangannya becek dan rumputnya kurang terawat, jadi bakalan “nyeblok” terus kalau pake sepeda..:p
 
Setelah cari makanan, waktu itu ada yang garang asem yang enak, dan jalan-jalan, tidak terasa waktu udah mulai larut malam, jam tangan saya menunjukkan pukul 22:00, itu berarti waktunya saya pulang ke kosan  di Batang. Dada..alun-alun Pekalongan, mungkin saya bisa main lagi pada waktu yang berbeda..sekarang tinggal mencari target kota lain. Hehe...suka deh jalan-jalan..Let’s find some other places..:D

By Laki-laki sederhana dengan amalan sederhananya


»»  read more

Friday, February 24, 2012

Cosyan (Coass Syantai) - Made In Indonesia

Bagaimana dengan judul tersebut? Memang yang namanya ‘Made’ itu ada di Indonesia, hehe.. Kali ini bukan karena di Bali atau orang Bali banyak yang namanya Made lho ya..ini maksudnya produksi, :p
Ketika saya dan teman-teman coass saya sedang stase IKM di Magelang, juga teman kelompok coass yang lain, kami menyempatkan jalan-jalan ke Kota Gudeg, Yogyakarta. Waktu itu kami sekalian cari kenang-kenangan untuk Pak RT (Rukun Tetangga), yang telah meminjamkan rumahnya untuk menjadi base camp kami ketika mengadakan kegiatan di desanya. Sempat bingung menentukan kenang-kenangan apa yang pas untuk beliau, akhirnya kami semua memutuskan mencarinya di Malioboro.
Di sini saya melihat berbagai kerajinan yang menarik, barang-barang hasil tangan-tangan trampil nan luar biasa dan inspirasi pemberian Alloh SWT yang digabungkan menjadi barang yang bernilai tinggi. Oke, singkat aja ya..langsung lihat foto-fotonya aja, ini hanya sebagian kecil yang menarik menurut saya. Makannya saya foto, siapa tahu ada yang tertarik atau telah lama mencari barang unik seperti ini, silakan datang ke Malioboro saja,..:D
Paling menarik, di sini juga ada ‘wayang golek’, saya tentu sangat familiar dengan kerajinan ini karena sebenarnya kerajinan wayang golek itu berasal dari daerah saya, Jawa Barat. Tapi ko bisa juga ada di Yogyakarta ya..rupanya, setelah saya lihat labelnya, memang wayang golek ini didatangkan dari Jawa Barat. Mungkin untuk mengembangkan usahanya, sang produsen mendistribusikannya ke Yogyakarta, karena seperti kita tahu, kota ini ramai dikunjungi oleh turis domestik maupun turis mancanegara dari berbagai tempat.
Ada juga kelapa yang dibentuk sedemikian rupa sehingga membentuk kepala monyet, lucu..ko ya kepikiran dibuat seperti itu, keren! Serta ada pernak pernik bertuliskan hal-hal unik khas pengrajin Yogyakarta yang lucu bahkan terkadang sarat akan makna.
Barang lain, ada miniatur sepeda kumbang, sepeda yang sering digunakan oleh orang jawa dalam transportasi sejak zaman dulu kala. Saya jadi teringat tentang cara orang jawa menaiki sepeda kumbang ini, khas sekali..sampai-sampai di tempat saya (tanah priangan) sering disebut naik sepeda ‘ala jawa’. Tahu kan caranya? Kalau tidak tahu tanya teman yang berasal dari jawa, hehe..


Ada juga ‘coklat monggo’, coklat produksi asli yogyakarta, coklat ini semakin khas produksi indonesia dengan balutan cover wayang kulit, seperti kita tahu wayang kulit adalah kerajinan yang berasal dari daerah Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Jadi kalau di tempat saya ada wayang golek, maka di jawa ada wayang kulit. Kalau wayang golek itu dibuat dari kayu (sehingga tampak 3 dimensi), sedangkan wayang kulit dibuat dari kulit binatang sehingga tampak dua dimensi. Selain itu cover yang lain ada gambar ‘becak’, yang merupakan transportasi tradisional di jawa, atau secara umum di pulau jawa.

Dan..semua barang-barang ini bercap ‘Made In Indonesia’, tentu bangga dong..:D
Alloh SWT memberikan akal bagi manusia, itulah yang membedakan kita dari makhluk Alloh yang lain. Maka pergunakanlah akal kita dengan baik..
By Laki-laki sederhana dengan amalan sederhananya


»»  read more

Monday, January 2, 2012

Breastfeding Room

Mungkin sebagian dari kita merasa aneh dengan ungkapan demikian. Tapi, lihatlah di negara maju sana, tulisan ini akan sangat mudah ditemui di tempat-tempat umum sekalipun.

Waktu itu, saya sedang dalam perjalanan pulang dari Bandung menuju Semarang. Kebetulan saya naik travel. Nah..travel ini punya pemberhentian khusus di suatu rumah makan yang cukup nyaman, ada mushola, ada tempat istirahat, dan arena bermain anak lengkap dengan taman kecilnya. Tapi yang membuat saya tertarik adalah keberadaan suatu ruangan yang tidak terlalu besar dan berada di dalam rumah makan. Ruangan tersebut disebut “Breastfeding Room” atau ruang menyusui. Tempat ini disediakan bagi ibu yang ingin memberikan ASI (Air Susu Ibu) pada buah hatinya.

Saya cukup kagum dengan keberadaan ruangan ini. Tak hanya karena ada, tapi memang digunakan sebagaimana mestinya. Hal ini berarti kesadaran ibu untuk dapat memberikan ASI pada buah hatinya telah semakin meningkat. Terutama di kalangan ibu dengan pendidikan yang mumpuni. Walaubagaimanapun, ASI adalah makanan terbaik untuk bayi, maka dari itu sangat penting untuk memotivasi ibu untuk mau dan mampu menyusui anaknya dengan baik.

Seandainya seluruh ibu mengetahui dan faham betul betapa hebatnya ASI, dari mulai kemunculan yang terancang sempurna, komposisi nutrisi dan gizi, aspek psikis serta keefisienannya tentulah sangat menguntungkan bagi bayi maupun ibu dan ayah, saya yakin tak ada ibu yang mau melewatkan pemberian ASI pada anaknya. Semoga “Breastfeding Room” ini dapat hadir di segenap penjuru dan dapat digunakan sebagaimana mestinya.

So, para ibu, mari susui buah hati tercinta dan rasakan di setiap isapan buah hati dan aliran ASI yang ke luar begitu luar biasa dan renungkanlah betapa luar biasanya penciptaan manusia. Maka berdaoalah yang baik pada saat-saat ini.

»»  read more

About Me

My Photo
Gum's
Hello, I'm Gugum, I like write articles, Hm..this some my article 2nd mortgage, wii console, wii classic controller, wii bundle, nintendo wii sports, etc. Now, I still study at Medical Faculty of Diponegoro University. Hehe...gaya banget. Aku ini bukan apa-apa, bukan superstar,bukan pula sodagar, bukan bangsawan, atau priyai. Hanya seseorang yang sedang mencari arti kehidupan.
View my complete profile

Ingin Berlangganan Artikel Blog Ini?

Caranya Gampang... Klik Subscribe, lalu masukkan email kamu. Maka setiap postingan baru, akan ada pemberitahuan ke email kamu, atau kamu juga bisa memabacanya langsung di email.

Jam Berapa Sekarang?

Semarang

Diponegoro Cyber Radio

 

Friend With Me

Tamu Online

Visitors