Home » , , , » Suatu Saat Nanti

Suatu Saat Nanti


Mungkin, hati ini memang telah kebal. Kebal akan kepahitan dan kegetiran, banyak yang bilang diri ini adalah pribadi yang pendiam. Seakan menunjukkan kesombongan, tapi sungguh, tak ada maksud setitik nila pun di hati ini untuk menyombongkan diri. Karena tidak pada tempatnya seorang manusia itu sombong. Sehebat apapun, sepintar apapun, secerdas apapun manusia tidaklah punya hak untuk sombong. Ya..hati ini telah kebal menerima kegetiran, seakan itu sudah biasa terjadi. Bahkan beberapa orang berujar bahwa percuma meledek dia, sama sekali tidak ada perlawanan. :p

Diri ini juga tak pandai bergurau, layaknya orang-orang di sekitarnya. Padahal di dalam hati sangat ingin bisa seperti mereka, ingin selalu menyenangkan setiap orang yang berada di sisi, agar mereka nyaman dan aman berada di sisi diri ini. Agar mereka betah..

Entah kenapa, diri ini begitu senang dengan tengah malam, di sana ada ketenangan, udara yang tak menyengat, dan akan sangat membantu berkonsentrasi. Di waktu ini adalah saat yang tepat untuk melihat diri, bercermin, bermuhasabah, untuk akhirnya memperbaiki diri. Tapi, terkadang ketika kelelahan melanda begitu deras, tubuh ini tak kuat, hingga malam yang menjadi favoritnya lenyap begitu saja..

Untuk teman-temanku yang baik, yang sholeh, dan sholehah..maafkan diri ini jika diri ini memiliki kesalahan dan khilaf yang membuat rasa tak nyaman, sedih, jengkel, tidak suka, bahkan benci..Sungguh demi Alloh, tak ada niat diri untuk melakukan itu pada kalian semua. Janganlah mendiamkan, janganlah tak menegur sapa, walau diri ini mungkin tak sebanding dengan kalian. Walau diri ini tak sekaya, tak sepintar, tak secerdas kalian. Tapi, janganlah ragu untuk menyapa, berbincang, berdiskusi, dan bercengkrama. Hilangkan semua sesak di dada yang mungkin telah diri ini perbuat, baik disengaja atupun tidak disadari.

Terutama untuk seseorang yang berdiri di sana. Kenapa engkau membuang muka dari diri ini? Semoga suatu saat nanti kita dapat seperti dulu lagi, saat sebelum kejujuran diri ini membuatmu tak nyaman dan berubah 180 derajat. Jikalau engkau tak berkenan, biarlah..diri ini menerimanya dengan ikhlas, tapi tidak dengan penghindaranmu, tidak dengan bungkammu, tidak pula dengan angkuhmu..diri ini merindukan perangaimu yang dulu..easy going dan ramah serta lucu..

Semoga Alloh SWT mengampuni diri ini dan juga engkau..Sekali lagi, maaf teman..:D

Baca artikel saya yang lain: Pemuda Ideal dan Cinta Laki-Laki Biasa.


.comment-content a {display: none;}