Home » , , , , , , , » Cosyan (Coass Santai) – Menjenguk Si “Dede”

Cosyan (Coass Santai) – Menjenguk Si “Dede”


 Cosyan (Coass Santai) itulah julukan kelompok kami yang terdiri dari saya, Hanif, Hanin, Ima, dan Iffa. Ya..walaupun tak semuanya syantai..ada juga yang fisiologis agresif dan ambisius. Haha...:D

Sehabis pulang dari stase neurologi, teman coass saya Hanin dan Ima mengajak saya untuk menjenguk teman saya yang baru saja melahirkan. “Oke, aku ikut.” Jawabanku singkat. Sekitar pukul 15.00, hanin menjemput saya untuk berangkat, tak lupa kami menjemput teman coass yang lain yaitu ima, iffa, dan seharusnya hanif, tapi sayang waktu itu hanif sedang jaga bangsal neuro, jadi ga ikut deh.

Sampai di tempat kami janjian untuk ketemu, ternyata ima dan iffa juga membawa teman yang lain, luluk namanya. Jadilah kami berlima pergi bareng. Tapi sebelum berangkat, kita berencana untuk membeli bingkisan buat “si dede” yang baru berusia satu hari itu. Mulai deh, pada bingung mau beli bingkisan di mana. Ada 2 kandidat tempat sih..setelah menimbang dengan berbagai faktor akhirnya terpilihlah toko yang berada di jalan pandanaran, semarang menjadi tempat kami hunting kado buat “si dede”.

Mobil sudah diparkir, kami pun sudah ke luar dan masuk ke toko tersebut. Dhueng...banyak ni..mau apa ya??bingung mau pilih yang mana..”bagaimana kalau ini?”, “engga ah..itu kurang menarik, ini aja..”, “Mba ada yang diskon 70% ga?”, “Itu warnanya kurang bagus..”, “Aduuhh..ayo dong apa nih..?”, “Itu kemahalan..”, “Mba, ada pelanggan yang lebih rewel dari kami ga mba..?hahah..” dan masih banyak celoteh-celoteh lain di depan mba-mba pelayan toko, hihi..terutama Hanin, dia tuh ya..hmm...mudah banget gaul..mba pelayannya sampai berkali-kali tersipu, hahaha...liat aja tuh betapa sengit diskusi yang terjadi untuk menentukan barang apa yang cocok.

Setelah sekitar 30 menit muter-muter dan melalui diskusi yang alot, akhirnya bingkisan sudah ditentukan. Barang sudah sepakat, tinggal milih kertas kado...ohh, tentu itu harus saya yang milih, “Dede bayinya cewe apa cowo si..?”, ting..akhirnya saya sudah menentukan kertas kadonya. Sampai di kasir, kita juga ditawari kartu ucapan dan pita for free alias gratis. Nah..klo soal tulis-menulis kata-kata, kita sekelompok pasti sepakat menyerahkannya pada Iffa, udah deeh..percaya aja..hehe..

Barang sudah dapat, capcus lah kita ke RS. “Mba, pasien Ny. F dirawat di ruang mana ya?”, tanya kami pada perawat. Setelah ditunjukkan, berangkatlah kami mendekati ruangan tersebut. Tanpa pikir panjang saya mengetuk pintu, setelah ada suara yang mempersilakan masuk, maka masuklah kami berlima. “Lho, lho..ini bukan “F” teman kita,..kayanya kita salah ruang deh..”, baru aja mau ke luar, teman saya “F” berteriak, “Haniiinn..di sini lho..”. Aah..ko ya suara hanin yang dikenal ya..:p. Pakde..pakde..hihi...

Setelah ngobrol beberapa saat, kami pun pamit pulang..

Artikel saya yang lain: Mengapa kita bisa melihat melalui udara dan Surat dari calon istri.


.comment-content a {display: none;}